Jumat, 25 Februari 2011

Hakekat Kebebasan

Di antara nilai-nilai Islam yang terpenting adalah kebebasan. Dianggap penting karena merupakan anugerah Ilahi untuk semua manusia sejak lahir sampai mati,  agar bisa menempuh suatu jalan untuk mencari keimanan yang benar.

Banyak manusia yang salah mentafsirkan makna kebebasan ini. Di negara-negara liberal, kebebasan dipandang sebagai hak asasi untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan hawa nafsunya tanpa ada  larangan atau hambatan dari fihak manapun. Kebebasan dijadikan sebagai alat legitimasi untuk melakukan apa saja sesuai dengan syahwatnya. Manusia yang demikian sebenarnya telah menjadi budak hawa nafsu. Pada saat ini pun, tidak sedikit orang yang salah mengejawentahkan makna kebebasan ini. Ada yang mengira bahwa kebebasan berarti bertindak semaunya sendiri untuk menciptakan kerusuhan atau menjarah milik orang lain. Perbuatan demikian tak lain hanyalah  ciri budak nafsu dan iblis.

Agama Islam diturunkan untuk menjamin terealisirnya kebebasan bagi manusia dan  melindungi kebebasan tersebut dari penyalah gunaan dan pemaksaan, baik dalam kebebasan beragama, kebebasan berpolitik dan kebebasan berfikir atau mengemukakan pendapat.

Dalam perspektif Islam, kebebasan adalah keadaan dimana seorang manusia hanya sebagai hamba Allah saja baik dalam perilaku, perasaan, moral dan semua aspek kehidupannya.  Sendi kebebasan  dalam Islam adalah kebebasan emosional, karena kebebasan mutlak sebenarnya cuma milik Allah SWT. Lain dari itu, bentuk kebebasan hakiki  lainnya bagi setiap insan,  sebenarnya tidak ada.  Setiap manusia tidak bisa bebas secara mutlak, ia akan terikat dengan orang lain atau dibatasi oleh situasi dan kondisi.

Manusia akan mendapatkan suatu kebebasan emosional mutlak kalau bisa melepaskan diri dari lima macam penghambaan.sbb.:
1)      Membebaskan diri dari penghambaan figuritas atau pengkultusan individu.(lih. S. Ali Imran 64, Al Jinn 20-24, Ali Imran 144, Al Maidah 17).
2)      Islam tidak pernah mengenal ajaran pengkultusan individu atau sistem figuritas. Manusia dalam pandangan Islam adalah sama bagai gerigi sisir. Yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaan kepada Allah, bukan karena turunan jabatan, kekayaan  atau lainnya. Seorang Nabi sekalipun tidak boleh dikultuskan. Allah melarang orang-orang Nasrani untuk menuhankan Isa a.s.

3)      Melepaskan diri dari penghambaan terhadap rasa takut akan kehidupan, rizki dan kedudukan.

4)      Secara emosional, orang yang tidak takut terhadap kehidupan, rizki dan  kedudukan, akan merasa bebas dari berbagai tekanan batin dan kegelisahan. Mengapa harus diperhamba oleh kehidupan ini, kalau Allah sudah menjamin rizki  hambaNya dan mengurusi makhlukNya? (lih. S. Quraisy 3-4,  Al An’am 15, Ar Ra’d 26, Al Ankabut 60 ). Rasa takut dari kemiskinan merupakan bisikan syetan  untuk melemahkan jiwa dan  menjauhkan diri dari  keyakinan kepada Allah dan kebaikan. ( lih. Al Baqarah 268).

5)      Menjauhi penghambaan terhadap nilai-nilai sosial, nilai harta, jabatan dan ikatan nasab.( Thoha 131, Saba’ 35-37, At Taubah 55.)

6)      Bila perasaan manusia diperhamba oleh nilai-nilai tersebut ia tidak akan memiliki kebebasan ketika berhadapan dengannya. Nilai-nilai sosial harus diposisikan secara proporsional sehingga tidak  mengikat kebebasan emosionalnya. Kekayaan atau banyaknya anak  tidak menjadikan seseorang lebih dekat kepada Allah atau lebih tinggi kedudukannya  kecuali bagi orang yang beriman dan beramal sholih. (lih Saba’ 35-37).

7)      Membebaskan diri  dari penghambaan hawa nafsu dan syahwat yang datang dari luar atau datang dari dalam dirinya.

8)      Penghambaan demikian diungkapkan Allah antara lain dalam surat Attaubah ayat 24.  Ayat ini mengumpulkan berbagai kesenangan, ambisi dan kenikmatan yang sering menggoda manusia sehingga bisa mengalihkan dirinya dari cinta kepada Allah, Rasul dan jihad fisabilillah. Manusia yang bisa melepaskan dari berbagai godaan syahwat di atas akan memiliki kebebasan emosional dalam menghadapi semua hal.    
    
Dalam Islam, kita mengenal beberapa macam kebebasan yang dilindungi Islam, yaitu: Kebebasan beragama, kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat, Kebebasan politik dan kebebasan sipil.

     Kebebasan beragama  tercermin dalam beberapa hal :
  1.  Tidak boleh memaksa seseorang untuk meninggalkan agamanya atau memaksa untuk menganut agama tertentu.
  2. Memberikan kebebasan kepada  non muslim  untuk melaksanakan ibadah dan semua aktivitas ritualnya.
  3. Membiarkan mereka  utnuk memakan atau meminum apa-apa yang dibolehkan oleh agamanya.
  4. Memberi kebebasan  non muslim untuk melaksanakan semua aturan tentang masalah nikah, talak , rujuk, pemberian nafkah dsb.

Berkaitan dengan kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat, Islam telah menganjurkan kita untuk menggunakan akal dan fikiran  dan mengangkat kedudukan ilmu pengetahuan. (lih. Al A’raaf 185, Al Baqarah 219, 220) Luas sekali  Islam  memberi kebebasan berfikir ini,   sampai-sampai  menolak iman yang lahir karena ikut-ikutan atau dipaksa . Kalau Islam membebaskan berfikir secara luas maka secara aksiomatis dibarengi dengan kebebasan  mengemukakan pendapat baik dengan lisan atapun pena. Hal ini dikaitkan erat  dengan kewajiban menyampaikan dakwah kepada  umat manusia.

Rasulullah saw menganjurkan kita untuk menyampaikan yang hak dalam kondisi apapun  walaupun mungkin akan  membuat penguasa marah besar.  Beliau berkata : “Orang yang  diam  tidak menyampaikan yang hak bagaikan syetan bisu”. Konsekwensi dari ajaran kebebasan ini umat Islam terdahulu tidak pernah merasa takut untuk mengoreksi setiap kesalahan yang terjadi  walaupun datangnya dari para penguasa. Umar bin Khattab pernah diluruskan oleh seorang wanita ketika berpendapat tentang keharusan memperingan maskawin dalam pernikahan. Beliau terpaksa menarik pendapatnya ketika pendapat wanita tsb benar dan berdasar surat AN Nisa’ 20.

Satu-satunya kebebasan berfikir dan berpendapat yang dilarang oleh Islam  adalah ajakan untuk melemahkan agama dan merusak moral atau mempropagandakan  dosa dan kesyirikan.
Berkenaan dengan kebebasan Sipil yang diajarkan Islam a.l.: Kebebasan untuk berinteraksidengan orang lain, kebabasan melakukan transasi, kebebasan untuk memiliki dan kebebasan untuk memilih spesialisasi keilmuan yang akan digelutinya.

Sedangkan kebebasan  berpolitik dalam Islam  dilukiskan dalam bentuk kebebasan untuk ikut serta dalam pemerintahan dan memilih penguasa  di samping kebebasan untuk mengawasi semua kegiatannya , mengoreksinya  dan mengajukan saran yang baik terhadapnya. Keikutsertaan dalam pemerintahan dan  pemilihan penguasa merupakan konsekwensi logis dari  kaedah syura  yang dijadikan asas hubungan antara rakyat dengan penguasa. Sedangkan  kebebasan untuk mengawasi  dan mengoreksi semua aktivitas penguasa  merupakan  kelanjutan dari kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Para penguasa muslim terdahulu telah menegaskan nilai-nilai kebebasan ini  dalam pemerintahannya sebagaimana tercermin dalam pidato Abu Bakar  Shiddiq ketika dibaiat, atau beberapa pidato Umar bin Khattab dan prilaku para penguasa muslim lainnya yang memegang teguh prinsip-prinsip ajaran Islam.

Di era reformasi  sekarang ini kita perlu mengukuhkan kembali nilai-nilai kebebasan yang dianjurkan Islam  dalam rangka mewujudkan keadilan dan menegakkan kebenaran dalam masyarakat. Wallahu a’lam.

Kamis, 24 Februari 2011

Bekerja Dengan CINTA

Kenapa bekerja harus dengan cinta? Tentu sangat penting sekali, karena dengan kita mencintai sebuah pekerjaan maka apa yang kita lakukan akan terasa mudah. Sekarang apa definisi dari cinta tersebut? Banyak orang tiba-tiba menjadi puitis ketika mendengar kata cinta.
Terkadang pekerjaan yg sangat kita senangi pun terasa membosankan. Keluh kesah, sebel, jadi gak termotivasi, menyalahkan atasan, kolega, bawahan, pengin quit. Dst. Salah satu cara mengatasinya mungkin adalah dengan mencintai pekerjaan tersebut, dan melakukannya dengan ikhlas tanpa ada pakasaan dari orang lain.
Mereka yang tetap bersungguh-sungguh pada pekerjaan baik ketika lancar maupun ada kendala. Tak ada keluh kesah dan selalu menikmati pekerjaan tersebut, karena orang sukses belajar bagaimana bermain di putaran roda tanpa ikut berputar.
Cara terbaik dalam memaknai arti cinta adalah dengan memberi. Cinta tidak datang karena manusia saling menerima. Itu ada karena manusia pertama-tama saling memberi, dan akhirnya terbentuklah kata cinta.
Selain memberi, cinta juga memiliki arti di sisi tergelapnya, yaitu memaafkan. Sesungguhnya ini adalah hal yang paling sulit dilakukan oleh manusia ketika harus memberi maaf. Walau itu harus dilakukan..walau itu harus dimaknai.
Nah sekarang apa sih CINTA itu? perlu diingat ini bukan lagu dari grub band, tetapi sebuah kiat bagaimana agar kita dapat bekerja dengan profesioanal dan tepat sasaran. Langsung saja ini adalah rumus dari CINTA tersebut.

CINTA (Cerdas+Integritas+Niat Ikhlas+Tuntas+Antusias)

1.CERDAS

Cerdas bukan hanya berarti encer otak tapi juga cakap (skillfull). Ketika menghadapi hal-hal yang baru, orang cerdas akan cepat mempelajarinya. Ia tidak akan segan bertanya kepada siapapun karena setiap orang adalahsumber berharaga untuk belajar baginya.

Ketika berhasil dia belajar apa yang mebuatnya berhasil dan ketika gagal, ia belajar apa saja penyebab kegagalannya agar lebih sigap dan terarah di masa datang. Orang cerdas senantisa melakukan segala sesuatu demgan terencana, tidak terburu-buru namun tidak pula berlambat-lambat.

2.INTEGRITAS

Integritas berarti komitmen penuh. Melakukan segala sesuatunya dengan penuh hati. Orang yang punya integritas tidak suka janji-janji, tapi lebih suka meberi bukti. seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah beliau sangat suka bekerja sejak umur 12 tahun dan beliaupun menunjukkan kredibilitas dirinya dengan sikap jujur. Karenanya beliau meminang Kadijah dengan mahar 200 Unta (sekarang kira-kira 2 Milyar).

3.NIAT IKHLAS

Ketika kita bekerja dengan ikhlas, maka hati kita akan menjadi tenang. Misalnya ketika bos kita memutasikan kita dengan alasan yang tidak jelas. Kalau kita iklas bukannya kita akan naik pitam tapi kita akan mencari penyelesaiannya, misalnya dengan bicara baik-baik apakah masih ada kebijaksanaan yang lain.

4.TUNTAS

Banyak orang tidak mencapai sukses karena mereka mudah bosan. Belum selesai satu pekerjaan sudah berganti pekerjaan yang lain. Ujung-ujungnya pekerjaan tersebut tidak tuntas. Sebaliknya orang yang tekun, fokus, mengerjakan segala sesuatunya hingga tuntas adalah orang yang paham makna cinta. Ia paham bahwa satu-satunya cara agar tujuan tercapai adalah dengan berjalan hingga akhir. Allah SWT juga menyuruh kita untuk bekerja dengan tuntas, apabila selsai satu urusan maka kerjakanlah urusan yang lain sebaik-baiknya.
 
5.ANTUSIAS

Rahasia kesuksesan adalah antusiasme. Sikap antusias menjelaskan bahwa seseorang mencintai pekerjaannya dan berhasrat sukses di dalamnya. Antusiasme bisa tercermin pada perilaku dan kata-kata. Sorot mata berbinar, senyum terkembang,nada suara bergelora bisa menjadi ciri-ciri antusiasme.

Antusiasme dapat dirasakan dan ditularkan. Oleh karena itu ketika kita malas untuk bekerja tunjukkanlah bahasa tubuh dengan sikap antusias, niscaya suasana hatipun akan membaik. Kerja tidak menjadi beben, orangpun ikut senang.

Dengan formula CINTA, tak masalah dimanapun kita bekerja. Apakah kita akan berpindah kerja atau terus menggeluti pekerjaan kita sekarang. Cinta akan tetap menghantarkan kita menuju keberhasilan.

Rabu, 23 Februari 2011

Memperindah Hati

Setiap manusia tentulah sangat menyukai dan merindukan keindahan. Banyak orang yang menganggap keindahan adalah pangkal dari segala puji dan harga. Tidak usah heran kalau banyak orang memburunya. Ada orang yang berani pergi beratus bahkan beribu kilometer semata-mata untuk mencari suasana pemandangan yang indah. Banyak orang rela membuang waktu untuk berlatih mengolah jasmani setiap saat karena sangat ingin memiliki tubuh yang indah. Tak sedikit juga orang berani membelanjakan uangnya berjuta bahkan bermilyar karena sangat rindu memiliki rumah atau kendaraan mewah.

Akan tetapi, apa yang terjadi? Tak jarang kita menyaksikan betapa terhadap orang-orang yang memiliki pakaian dan penampilan yang mahal dan indah, yang datang ternyata bukan penghargaan, melainkan justru penghinaaan. Ada juga orang yang memiliki rumah megah dan mewah, tetapi bukannya mendapatkan pujian, melainkan malah cibiran dan cacian. Mengapa keindahan yang tadinya disangka akan mengangkat derajat kemuliaan malah sebaliknya, padahal kunci keindahan yang sesungguhnya adalah jika sesorang merawat serta memperhatikan kecantikan dan keindahan hati. Inilah pangkal kemuliaan sebenarnya.

Rasulullah SAW pakaiannya tidak bertabur bintang penghargaan, tanda jasa, dan pangkat. Akan tetapi, demi Allah sampai saat ini tidak pernah berkurang kemuliaannya. Rasulullah SAW tidak menggunakan singgasana dari emas yang gemerlap, ataupun memiliki rumah yang megah dan indah. Akan tetapi, sampai detik ini sama sekali tidak pernah luntur pujian dan penghargaan terhadapnya, bahkan hingga kelak datang akhir zaman. Apakah rahasianya? Ternyata semua itu dikarenakan Rasulullah SAW adalah orang yang sangat menjaga mutu keindahan dan kesucian hatinya.

Rasulullah SAW bersabda, "Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu!" (HR. Bukhari dan Muslim).
Boleh saja kita memakai segala apapun yang indah-indah. Namun, kalau tidak memiliki hati yang indah,demi Allah tidak akan pernah ada keindahan yang sebenarnya. Karenanya jangan terpedaya oleh keindahan dunia. Lihatlah, begitu banyak wanita malang yang tidak mengenal moral dan harga diri. Mereka pun tidak kalah indah dan molek wajah, tubuh, ataupun penampilannya. Kendatipun demikian, mereka tetap diberi oleh Allah dunia yang indah dan melimpah.

Ternyata dunia dan kemewahan bukanlah tanda kemuliaan yang sesungguhnya karena orang-orang yang rusak dan durjana sekalipun diberi aneka kemewahan yang melimpah ruah oleh Allah. Kunci bagi orang-orang yang ingin sukses, yang ingin benar-benar merasakan lezat dan mulianya hidup, adalah orang-orang yang sangat memelihara serta merawat keindahan dan kesucian qalbunya.

Imam Al Ghazali menggolongkan hati ke dalam tiga golongan, yakni yang sehat (qolbun shahih), hati yang sakit (qolbun maridh), dan hati yang mati (qolbun mayyit).
Seseorang yang memiliki hati sehat tak ubahnya memiliki tubuh yang sehat. Ia akan berfungsi optimal. Ia akan mampu memilih dan memilah setiap rencana atas suatu tindakan, sehingga setiap yang akan diperbuatnya benar-benar sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang bersih.

Orang yang paling beruntung memiliki hati yang sehat adalah orang yang dapat mengenal Allah Azza wa Jalla dengan baik. Semakin cemerlang hatinya, maka akan semakin mengenal dia. Penguasa jagat raya alam semesta ini. Ia akan memiliki mutu pribadi yang begitu hebat dan mempesona. Tidak akan pernah menjadi ujub dan takabur ketika mendapatkan sesuatu, namun sebaliknya akan menjadi orang yang tersungkur bersujud. Semakin tinggi pangkatnya, akan membuatnya semakin rendah hati. Kian melimpah hartanya, ia akan kian dermawan. Semua itu dikarenakan ia menyadari, bahwa semua yang ada adalah titipan Allah semata. Tidak dinafkahkan di jalan Allah, pasti Allah akan mengambilnya jika Dia kehendaki.

Semakin bersih hati, hidupnya akan selalu diselimuti rasa syukur. Dikaruniai apa saja, kendati sedikit, ia tidak akan habis-habisnya meyakini bahwa semua ini adalah titipan Allah semata, sehingga amat jauh dari sikap ujub dan takabur. Persis seperti ucapan yang terlontar dari lisan Nabi Sulaiman AS, tatkala dirinya dianugerahi Allah berbagai kelebihan, "Haadzaa min fadhli Rabbii, liyabluwani a-asykuru am afkuru." (QS. An Naml [27] : 40). Ini termasuk karunia Tuhanku, untuk mengujiku apakah aku mampu bersyukur atau malah kufur atas nikmat-Nya.
Suatu saat bagi Allah akan menimpakkan ujian dan bala. Bagi orang yang hatinya bersih, semua itu tidak kalah terasa nikmatnya. Ujian dan persoalan yang menimpa justru benar-benar akan membuatnya kian merasakan indahnya hidup ini. Karena, orang yang mengenal Allah dengan baik berkat hati yang bersih, akan merasa yakin bahwa ujian adalah salah satu perangkat kasih sayang Allah, yang membuat seseorang semakin bermutu.

Dengan persoalan akan menjadikannya semakin bertambah ilmu. Dengan persoalan akan bertambahlah ganjaran. Dengan persoalan pula derajat kemuliaan seorang hamba Allah akan bertambah baik, sehingga ia tidak pernah resah, kecewa, dan berkeluh kesah karena menyadari bahwa persoalan merupakan bagian yang harus dinikmati dalam hidup ini.
Oleh karenanya, tidak usah heran orang yang hatinya bersih, ditimpa apapun dalam hidup ini, sungguh bagaikan air di relung lautan yang dalam. Tidak pernah akan berguncang walaupun ombak badai saling menerjang. Ibarat karang yang tegak tegar, dihantam ombak sedahsyat apapun tidak akan pernah roboh. Tidak ada putus asa, tidak ada keluh kesah berkepanjangan. Yang ada hanya kejernihan dan keindahan hati. Ia amat yakin dengan janji Allah, "Laa yukalifullahu nafasan illa wus’ahaa." (QS. Al Baqarah [2] : 286). Allah tidak akan membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Pasti semua yang menimpa sudah diukur oleh-Nya. Mahasuci Allah dari perbuatan zhalim kepada hamba-hamba-Nya.

Ia sangat yakin bahwa hujan pasti berhenti. Badai pasti berlalu. Malam pasti berganti menjadi siang. Tidak ada satu pun ujian yang menimpa, kecuali pasti akan ada titik akhirnya. Ia tidak berubah bagai intan yang akan tetap kemilau walaupun dihantam dengan apapun jua.
Memang luar biasa orang yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak pernah membuatnya lalai bersyukur, sementara sekalipun musibah yang menerjang, sama sekali tidak akan pernah mengurangi keyakinan akan curahan kasih sayang-Nya. Semua itu dikarenakan ia bisa menyelami sesuatu secara lebih dalam atas musibah yang menimpa dirinya, sehingga tergapailah sang mutiara hikmah. Subhanallaah, sungguh teramat beruntung siapapun yang senantiasa berikhtiar dengan sekuat-kuatnya untuk memperindah qolbunya.

Selasa, 22 Februari 2011

Apa Itu Deklamasi ???

Deklamasi berasal dari bahasa Latin yang maksudnya declamare atau declaim yang membawa makna membaca sesuatu hasil sastera yang berbentuk puisi dengan lagu atau gerak tubuh sebagai alat bantu. Gerak yang dimaksudkan ialah gerak alat bantu yang puitis, yang seirama dengan isi bacaan.

Umumnya memang deklamasi berkait rapat dengan puisi, akan tetapi membaca sebuah cerpen dengan lagu atau gerak tubuh juga bisa dikatakan mendeklamasi. Mendeklamasikan puisi atau cerpen bermakna membaca, tetapi membaca tidak sama dengan maksud mendeklamasi. Maksudnya di sini bahawa apapun pengertian membaca tentunya jauh berbeda dengan maksud deklamasi.

MAKNA KATA DEKLAMASI

Sudah jelas deklamasi itu berasal dari bahasa asing, jadi maknanya ia bukan kata asli Malaysia atau Indonesia. Ia sudah lama digunakan hingga menjadi bahasa Malaysia. Memang keadaan semacam ini sering berlaku di Malaysia, misalnya kata neraka, izin, zaman, ajal, karam dan lain-lain berasal dari bahasa Arab, sedang tauco, tauge berasal dari bahasa Tionghua. Manakala dastar, kenduri, kelasi berasal dari bahasa Persi. Lampu, mesin, koki, repot dari bahasa Belanda, manakala pensil, botol berasal dari bahasa Inggeris dan demikianlah halnya deklamasi berasal dari bahasa Latin.

Di Indonesia perkataan deklamasi sudah ada lewat tahun 1950 dan di Malaysia hanya terkenal sejak kebelakangan ini, tetapi sebelum itu disebut baca puisi dan adapun orang mulai mendeklamasi puisi sudah sejak berpuluh tahun yang lalu, baik di Malaysia ataupun di luar negeri. Deklamasi ertinya membawa puisi-puisi, sedang orang yang melakukan deklamasi itu disebut “Deklamator” untuk lelaki dan “Deklamatris” untuk perempuan.

Apa bezanya deklamasi dan nyanyi? Menyanyi ialah melagukan suatu nyanyian dengan menggunakan not-not do-re-mi atau not balok, sedang deklamasi ialah membawakan pantun-pantun, syair, puisi atau sajak dengan menggunakan irama dan gaya yang baik. Disamping itu kita mengenal pula: menari, melukis, memahat, sandiwara dan lain-lain. Semuanya itu mempunyai cara-cara dan aturannya sendiri-sendiri.

BAHAN YANG DIDEKLAMASIKAN


Tentu saja tidak semua pantun, sajak atau puisi dapat dideklamasikan, malah cerpen dan novel juga boleh dideklamasikan/soalnya kita harus memilih mana sajak, puisi, pantun-pantun yang baik dan menarik untuk dideklamasikan.

Demikian pula halnya dengan deklamasi. Hanya saja kalau menyanyi itu harus mempelajari not-notnya dahulu, sedang pada deklamasi harus dipelajari tanda-tanda atau aturan-aturannya dahulu. Seperti telah kita terangkan di atas, yang dideklamasikan itu hanya yang berupa pantun, syair, sajak atau puisi dalam bahasa Malaysia, tetapi sejak dulu orang pernah juga mendeklamasikan puisi dalam bahasa daerah seperti bahasa Bajau, Kadazan, Murut, Brunei, Iban atau Dusun dan di sini hanya diperkatakan dan dipelajari deklamasi dalam bahasa Malaysia saja.

CARA BERDEKLAMASI

Seperti telah dijelaskan bahawa berdeklamasi itu membawakan pantun, syair dan sajak atau puisi. Kemudian apakah cukup hanya asal membawakan sahaja? Tentu tidak! Berdeklamasi, selain kita mengucapkan sesuatu, haruslah pula memenuhi syarat-syarat lainnya. Apakah syarat-syarat itu? Sebelum kita berdeklamasi, kita harus memilih dulu pantun, syair, sajak apa, yang rasanya baik untuk dideklamasikan. Terserah kepada keinginan masing-masing.

Yang penting pilihlah sajak atau puisi, pantun atau syair yang memiliki isi yang baik dan bentuk yang indah dideklamasikan. Mengenai hal isi tentunya dapat minta nasihat, petunjuk dan bimbingan daripada mereka yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan atau ahli dalam bidang deklamasi.

Kalau kita sudah memilih sebuah puisi misalnya, tentu saja boleh lebih dari sebuah. Hal ini sering terjadi dalam sayembara yang dikira harus terdiri puisi wajib dan puisi pilihan. Nah, sesudah itu, lalu apa lagi yang harus kita perbuat? Maka tidak boleh tidak harus mentafsirnya terlebih dahulu.

Selasa, 15 Februari 2011

Bagaimana Kita Belajar Dari Kesalahan

Tidak ada orang yang suka berbuat kesalahan. Namun jika anda ingin melewati hidup dengan baik, maka tidak ada jaminan bagi anda untuk tidak melakukan kesalahan. Jika anda dapat belajar dari kesalahan dengan tepat, maka anda akan mendapatkan bahan bakar baru untuk maju kedepan.

Anda harus menyadari bahwa kesalahan adalah bagian yang penting dalam pengembangan diri. Jangan termenung terus dengan rasa bersalah dan penyesalan, pelajari bagaimana anda dapat belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut.

1. Minta Maaf dengan Tulus dan Sungguh-sungguh
Jika anda telah melakukan kesalahan yang menyakiti/membahayakan orang lain, sangat penting bagi anda untuk segera meminta maaf dengan sungguh-sungguh. Pastikan bahwa itu adalah betul-betul suatu kecelakaan yang tidak akan terulang. Permintaan maaf yang baik akan mengembalikan tingkatkepercayaan orang tersebut pada anda. Sebaliknya, jika anda tidak meminta maaf, maka kemungkinan besar orang tersebut akan menyerang anda.
Akan sangat efektif jika anda meminta maaf secara pribadi dibandingkan lewat surat atau email. Namun, begitu anda telah mendapatkan maaf, jangan sampai melakukan kesalahan yang sama lagi, karena itu adalah suatu kekonyolan dan sangat menjengkelkan. Segera perbaiki tindakan-tindakan anda.

2. Jangan Menjadi Seorang Yang ’Perfectionist’
Jika anda menjalani hidup dengan ketakutan untuk melakukan kesalahan, maka anda akan menghabiskan hidup anda dengan tidak melakukan apa-apa. Bukan masalah jika anda melakukan kesalahan, karena sekali lagi itu adalah bagian penting dari hidup agar anda terus maju. Semakin banyak tanggung jawab yang anda pikul, kemungkinan anda melakukan kesalahan pun semakin sering.
Jika anda selalu ingin merasa semuanya sempurna, selalu ingin menghindari kesalahan-kesalahan sekecil apapun, hal itu lama kelamaan akan membentengi diri anda secara psikologi dan anda menjadi tidak berani dalam mengambil resiko.

3. Jangan Membuang Waktu Dengan Mencari Pembenaran
Kita manusia mempunyai sifat alami untuk mencari pembenaran atas kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Ketika kita melakukan kesalahan, rata-rata reaksi pertama kita adalah menyalahkan orang lain.
Perlu anda ketahui, ketika kesalahan telah dibuat, atasan anda sama sekali tidak tertarik dengan pembenaran-pembenaran yang anda buat. Kita mencari pembenaran karena ego kita yang tinggi. Kadang-kadang, hal terbaik yang perlu diucapkan, sangat sederhana : ”Ya, saya telah melakukan kesalahan.”

4. Pahami Mengapa Kesalahan Tersebut Dapat Terjadi
Kesalahan-kesalahan dapat terjadi karena berbagai macam kesalahan. Untuk mencegah terjadinya kesalahan yang sama dua kali, anda harus memahami akar permasalahannya.

5. Hindari Mengulang Kesalahan Yang Sama
Anda harus menghindari perasaan bersalah yang terus menerus karena telah berbuat kesalahan, namun pada saat yang sama, anda harus mencari jalan pemecahan dan melakukan tindakan perbaikan. Jika anda mengulang kesalahan yang sama, hal tersebut menunjukkan bahwa anda tidak mengalami suatu kemajuan dan menyebabkan kerugian/penderitaan yang berulang.
Seringkali kesalahan disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Untuk mencegah kesalahan yang sama berulang, anda harus menghapuskan kebiasaan buruk tersebut. Hal ini memang tidak mudah dan membutuhkan usaha ekstra untuk merubah kebiasaan. Bagaimanapun, semakin cepat anda bisa merubah kebiasaan buruk tersebut, semakin cepat anda menghindari melakukan kesalahan yang sama.

6. Kesalahan Adalah Kesempatan Untuk Belajar
Dari kesalahan-kesalahan yang telah anda buat, tentu saja anda akan semakin berkembang dan bijak. Kesalahan-kesalahan, dalam hubungannya dengan keberanian mengambil resiko, merupakan sesuatu yang krusial untuk kesuksesan anda. Hal yang terpenting adalah melihat kesalahan sebagai batu loncatan untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi dan kehidupan yang lebih baik.

Sabtu, 12 Februari 2011

Pada mulanya adalah kesabaran


Ketergesa-gesaan dalam mengambil tindakan bermula dari ketidaksabaraan seseorang untuk tetap bertahan pada posisi yang sesungguhnya. Mungkin anda mengira ketika cepat mengambil keputusan akan hilang kesempatan, dan punahlah harapan.
Demikianlah barangkali yang kerap mengusik pikiran anda sehingga cepat mengambil keputusan menjadi sesuatu yang bernakna ketimbang menimbang segala kemungkinan atas upaya-uparya yang barangkali sarat makna. Memang, kadang-kadang kita berada dalam satu posisi yang membuat kita bingung untuk memilih, kita tidak takut serba salah saat harus melangkah.
Oleh karena itu, disinilah sesungguhnya ketika kita berada dalam posisi yang serba membingungkan anda secara tidak langsung dituntut untuk membaca ulang apa-apa yang anda lakukan sebelumnya, baik itu secara sadar dalam melakukan atau hanya semata-mata tanpa kesengajaan.
Disini, tentu saja kita dituntut jeli dalam memandang suatu permasalahan, harus detail memperhitungkan segala kemungkinan-kemungkinan buruk atau baik. Antara dampak negative dan positif kadang memang sangat samar dan nyaris tidak ada batas bahkan kita hanya tahu ketika tiba-tiba suatu bergejolak dating secara mendadak dan barulah sadar setelah merasakan kesalahan-kesalahan yang anda lakukan.
Maka hal yang perlu anda lakukan adalah dengan :
1.       Tulus
Menjalankan kehidupan dengan segala kemungkinan-kemungkinan permasalahan adalah pilihan tepat untuk terus bertahab dalam membangun kekuatan diri
2.       Bersyukur
Karena ketika anda bersyukur sebenarnya anda menerima apa yang anda kerjakan dengan sepenuhnya dengan hati.
3.       Upaya melawan tantangan
Kesuksesan itu relative, mungkin anda berfikir kalau orang yang sukses adalah mereka yang secara financial tercukupi dan berhasil menaklukan tantangan hidup yang ada.
4.       Merenung
Setiap saat kita selalu berharap kelak atau nanti akan terjadi keberuntungan yang terbaik dan selamat tinggal kegagalan
5.       Berani
Bertindak dengan sikap positif, berani dengan keputusan yang anda buat dalam poses renungan dalam rangka mengarungi bahtera hidup

Jumat, 11 Februari 2011

Format Terbaru Sejarah Sastra Indonesia


BERTOLAK pada kesepakatan ahli yang menyatakan sastra Indonesia berawal pada roman-roman terbitan Balai Pustaka tahun 1920-an, sejarahnya hingga sekarang terhitung masih sangat muda, sekitar 80 tahun. Karena itu, diperlukan buku buku sejarah sastra yang bisa dirujuk pelajar, mahasiswa, peminat, dan ahli sastra. Karena itu, wajarlah apabila perjalanan sejarah sastra Indonesia dibagi-bagi dengan mempertimbangkan momentum perubahan sosial dan politik, seperti tampak dalam buku Ajip Rosidi (1968). Pembagian yang lebih rinci dengan angka tahun menjadi 1900-1933, 1933-1942, 1942-1945, 1945-1953, 1953-1961, dan 1961-1967 dengan warna masing-masing sebagaimana tampak pada sejumlah karya-karya sastra yang penting. Kemudian pada periode 1961-1967 tampak menonjol warna perlawanan dan perjuangan mempertahankan martabat, sedangkan sesudahnya tampak warna percobaan dan penggalian berbagai kemungkinan pengucapan sastra.
Format baru Kalau momentum sosial-politik masih dipergunakan sebagai ancangan periodisasi sejarah sastra Indonesia 1900-2000, mungkin saja tercatat format baru dengan menempatkan tiga momentum besar sebagai tonggak-tonggak pembatas perubahan sosial, politik, dan budaya, yaitu proklamasi kemerdekaan 17-8-1945, geger politik dan tragedi nasional 30 September 1965, dan reformasi politik 21 Mei 1998. Analisis struktural Umar Yunus tentang perkembangan puisi Indonesia dan Melayu modern (Bhratara, Jakarta, 1981) dan telaah struktural tentang novel Indonesia (Universiti Malay, Kuala Lumpur, 1974) barangkali dapat dipergunakan sebagai rujukan untuk menjelaskan perubahan-perubahan tersebut. Dengan mempertimbangkan ketiga momentum tadi maka diperoleh empat masa perjalanan sejarah sastra Indonesia, yaitu masa pertama mencakup tahun 1900-1945, masa kedua mencakup tahun 1945-1965, masa ketiga mencakup tahun 1965-1998, dan masa keempat yang dimulai pada tahun 1998 hingga waktu yang belum dapat diperhitungkan.
Dengan meminjam baju politik yang dianggap populer dan tetap mempertimbangkan nasionalisme maka penamaan keempat masa perjalanan sastra Indonesia itu bisa menghasilkan tawaran sebagai berikut: Masa Pertumbuhan atau Masa Kebangkitan dapat dipergunakan untuk mewadahi kehidupan sastra Indonesia tahun 1900-1945 dengan alasan bahwa pada masa itu telah tumbuh nasionalisme yang juga tampak dalam sejumlah karya sastra, seperti sajak-sajak Rustam Efendi, Muhamad Yamin, Asmara Hadi dan lain-lain. Yang jelas, pada masa itu bertumbuhan karya sastra yang sebagian sudah bersemangat Indonesia dan sekarang memang tercatat sebagai modal awal khazanah sastra Indonesia. Masa Pemapanan dapat dipergunakan untuk mewadahi kehidupan sastra Indonesia tahun 1965-1998 dengan alasan pada masa itu terjadi pemapanan berbagai sistem: sosial, politik, penerbitan, dan pendidikan yang dampaknya tampak juga di bidang sastra Indonesia. Mengingat besarnya muatan sejarah sastra Indonesia itu maka diperlukan pembagian sejarah pertumbuhan dan perkembangannya menjadi empat masa seperti tersebut tadi, yaitu (1) masa pertumbuhan atau masa kebangkitan dengan angka tahun 1900-1945, (2) masa pergolakan atau masa revolusi dengan angka tahun 1945-1965, (3) masa pemapanan dengan angka tahun 1965-1998, dan (4) masa pembebasan dengan angka tahun 1998-sekarang.






Kamis, 03 Februari 2011

Anda Ingin Sukses?

Semua orang pasti ingin hidup sukses, baik itu sukses dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, sukses dalam dirinya sendiri dan sukses dalam persandingan dengan orang lain.
Untuk mencapai sebuah kesuksesan, diperlukan suatu kombinasi dari niat, kerja keras, keberuntungan. Kombinasi tersebut dapat diwujudkan jika kita mengikuti apa yang disebut prinsip (kunci) menuju kesuksesan. Kunci kesuksesan tersebut adalah:
1)      Kehidupan di dunia ini ada yang menciptakan dan bukan kebetulan sehingga menyembah kepada Sang Pencipta itu sudah merupakan keharusan.
2)      Hati kehidupan adalah kehidupan hati dan manakala hati sudah mati, disitu sudah tidak ada lagi kehidupan yang sejati. Hati yang baik berisi nilai-nilai dasar yang merupakan saripati kualitas batiniah/ rohaniah manusia. Oleh karena itu, kita harus kaya hati selain kaya materi. Jangan mendetotalisasi kehidupan hanya untuk materi dengan mengorbankan hati sehingga kita menjadi orang yang kaya materi tetapi miskin hati, dan ini dicela oleh Illahi.
3)      Dengan kalimat yang serupa, hati pendidikan adalah pendidikan hati Kita harus mampu mengerjakan pekerjaan yang orang lain tidak mampu mengerjakan agar kita memperoleh imbal jasa yang lebih besar dibanding orang lain.
4)      Uruslah dirimu dan rumah tanggamu sebaik-baiknya sebelum mengurus orang lain
5)      Kenali jati dirimu dan gunakan potensimu semaksimal mungkin dan jangan putus asa.
6)      Kehidupan haruslah ke depan, tidak perlu terpukau dengan keberhasilan di masa lalu dan juga tidak perlu menyusahi kegagalan yang lalu karena semuanya sudah selesai dan telah menjadi sejarah.
7)      Marilah berpikir, bersikap dan bertindak secara proaktif dan jangan hanya aktif apalagi reaktif.
8)      Perbedaan itu harus direspeki, jangan dikonflikkan apalagi dibenturkan. Kita harus mampu memangkas egoisme diri kita seraya membangun kebersamaan. Punya musuh satu itu terlalu banyak dan punya kawan seribu itu terlalu sedikit.
9)      Cara efektif untuk menemukan bagaimana kesuksesan itu dicapai adalah dengan mempelajari cara berpikir, bersikap dan bertindak para orang yang telah terbukti hebat pada apa yang mereka kerjakan.
10)  Kita harus rajin memikirkan sesuatu yang belum pernah dipikirkan oleh orang lain dan jangan tertambat pada aksioma yang ada sehingga kita akan mampu menemukan hal-hal diluar yang sudah ada serta gunakanlah kecerdasan majemuk (intelektual, spiritual, moral, estetikal, dan kinestetikal) agar buah pikirannya asli dan bukannya replikasi, baru dan bukannya meniru, memberi kontribusi dan bukannya membuat rugi.
11)  Hari esok harus lebih kreatif dari pada hari ini.
12)  Kehidupan adalah perubahan sehingga jika seseorang tidak membuat perubahan berarti tidak ada kehidupan padanya.
13)  Menggunakan agama sebagai panglima dalam kehidupan.
14)  Membiasakan membaca 1-2 jam per hari pada bidang profesinya dan bacaan-bacaan lain yang terkait.
15)  Percaya diri merupakan modal dasar bagi kesuksesan seseorang dan ini dapat dibangun melalui penguasaan disiplin ilmu tertentu (ilmu lunak, ilmu keras dan terapannya yaitu teknologi, dan seni).

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons